Sabtu, 27 Agustus 2016

Peran masyarakat dalam hal pertolongan pertama pada kecelakaan

Peran masyarakat amatlah penting untuk meningkatkan potensi keselamatan korban kecelakaan.
Mengapa demikian?
Jawabnya, karena korban kecelakaan sama sekali tidak bisa memilih dimana ia akan terjatuh, maka dari itu disini di perlukan peran aktif masyarakat. Dimana masyarakat adalah orang terdekat dengan korban.
Hasil gambar untuk nadi karotis
Cara memberikan kompresi dada

Sering kali korban tidak terselamatkan karena terlambat mendapatkan pertolongan, karena terlalu jauh dengan fasilitas kesehatan sehingga korban tidak mendapatkan pertolongan apapun.
Tentunya ceritanya akan lain jika saja saksi mata/masyarakat yang pertama kali melihat dapat memberikan pertolongan, sebelum korban mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.

Baiklah, sebenarnya tidaklah sulit untuk memberikan pertolongan itu. Jika sudah ada niat maka InsaAllah akan ada jalan.

Disini saya akan berbagi bagaimana cara-cara penanganan pertama pada korban kecelakaan.
1.      Pengantar
Hasil gambar untuk nadi karotis
Cara cek nadi leher
Seringkali korban kecelakaan mengalami beberapa masalah yang sangat mengancam keselamatan nyawanya. Hal ini tergantung dari berat ringannya kecelakaan yang dialami korban dan juga tergantung dari kondisi korban saat mengalami kecelakaan, misalnya korban anak-anak akan berbeda keadaannya dengan korban dewasa meskipun dengan kecelakaan yang sama. Hal-hal yang mengancam nyawa bisa saja sangat bervariasi dari gangguan yang ringan sampai gangguan yang berat. Perlu diketahui gangguan yang paling mengancam nyawa yaitu gangguan yang berhubungan dengan pernafasan yaitu gangguan dengan urutan sebagai berikut.
  • Sumbatan jalan nafas, dalam bahasa medis dikenal dengan gangguan "Airway"
  • Frekwensi nafas, yaitu gangguan yang berhubungan dengan kualitas pernafasan itu sendiri, dalam istilah medis dikenal dengan "Breathing" apakah optimal atau tidak. Hal ini dapat dinilai dengan menggitung frekwensi pernafasan dalam 1 menit. Untuk orang dewasa frekwensi pernafasan normal antara 12-22 x/menit.
  • Cirkulasi, jika kedua masalah diatas sudah diatasi atau tidak ada maka selanjutnya kita cari keadaan yang mengancam lainnya. Circulasi berhubungan dengan aliran darah, misalnya jika tejadi perdarahan maka segera kita atasi dengan cara balut tekan. Balut tekan bisa menggunakan apa saja namun kita usahankan yang terbaik, yaitu bisa berupa menggunakan kain yang bersih yang ada.
  • Jika ketiga masalah ini teratasi maka SELAMAT korban sudah bisa dikatakan stabil, selanjutnya tinggal menunggu petugas kesehatan datang menjemput untuk selanjutnya mendapatkan perawatan lanjut di rumah sakit.
2.      Prinsip utama
Jika saja otak tidak mendapatkan oksigen selama 8 menit maka = MATI. Pada dasarnya oksigen akan sampai ke otak dengan mengikuti system peredaran darah. Oksigen yang telah di ikat darah oleh hemoglobin dalam proses pernafasan akan di edarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Jika saja salah satu proses ini terganggu maka oksigenisasi tubuh akan terganggu, disinilah perlu tindakan pertolongan untuk mengatasi masalah tersebut.
Adapun tindakan-tindakan tersebut berupa : Pembebasan jalan nafas, pemberian oksigen, pemberian kompresi dan penanganan perdarahan.

TAHAP-TAHAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

1.       Persiapan

Sebelum melakukan tindakan pastikan terlebih dahulu keamanannya yang berupa aman penolong, aman lingkungan dan aman pasien. Jangan karena ingin memberikan pertolongan malah penolong menjadi korban selanjutnya.

2.       Cek Respon

Hasil gambar untuk cek respon pasien
Cek kesadaran
Caranya : Penolong berada disisi korban lihat keadaan umum korban, apakah korban sadar, gelisah atau keadaan lainnya misalnya hanya diam tak ada respon. Jika terlihat hanya diam maka cek responnya dengan cara memanggil nama dan menepuk-nepuk pundaknya, jika dia menjawab maka itu artinya korban dalam keadaan sadar.

3.       Cek Airway (jalan nafas)

Hasil gambar untuk look listen feel breathing
Cek pernafasan
Saat cek respon penolong bisa sekaligus menilai jalan nafas korban dengan mendengarkan jawaban apa yang diberikan oleh korban berupa kata-kata yang diucapkan. Misalnya, korban mengatakan “nama saya SUKIDI” itu tandanya jalan nafas korban normal karena korban dapat berbicara bengan normal. Namun jika pasien tidak menjawab maka kaji dengan benar jalan nafasnya. Pastikan merasakan pernafasannya dengan cara penolong berdiri di samping korban, pipi penolong tepat di atas hidung korban (rasakan hembusan nafas), dengarkan suara tarikan dan hembusan nafasnya, lalu mata penolong mengamati pergerakan dinding dada. Jika semua tidak dirasakan maka pasien mengalami gagal nafas, langkah selanjutnya segera lukukan kompresi (RJP), sambil meminta pertolongan orang sekitar untuk menghubungi petugas kesehatan terdekat, sampai terdapat respon atau penolong kelelahan. Masalah lain yang dapat ditemui yaitu :
  •  Terdengar suara ngorok, itu artinya saluran nafas tersumbat sebagian, biasanya karena pangkal lidah jatuh kebelakang. Tindakan pertolongannya bisa dengan menarik dagu korban ke depan.
  • Terdengar suara kumur-kumur, itu artinya saluran nafas korban penuh dengan cairan, tindakan pertolongannya berupa miringkan korban.

4.       Cek Pola Nafas (Breathing)

Hitung frekwensi pernafasan korban selama 1 menit, dengan cara mengamati pergerakan naik turun dinding dada atau mendengarkan suara pernafasan korban. Jika hasilnya kurang dari normal maka berikan nafas bantuan. Jika hasil lebih bari normal atau pasien terengah-engah maka berikan oksigen dengan selang oksigen (bila ada), jika tidak ada berikanlah cukup ruang (jangan dikerubung).

5.       Sirkulasi (control perdarahan)

Hasil gambar untuk balut tekan
Balut tekan
Seringkali dalam menghadapi korban kecelakaan penolong terfokus dengan banyaknya darah hingga mengabaikan factor lain yang lebih mengancam nyawa korban. Control perdarahan dilakukan setelah nafas korban stabil, yaitu dengan cara menekan luka untuk menghentikan perdarahannya.


FORMAT PERTOLONGAN PERTAMA
3 A
Aman diri
Aman lingkungan
Aman pasien
Cek kesadaran

·         Sadar = Tunggu petugas datang dengan tetap memantau keadaan korban
·         Tidak sadar, lakukan :

A : Airway (jalan nafas) + Kontrol tulang leher

Pegang kepala beserta leher dengan tujuan menjaga tulang leher agar tidak bergerak atau bergeser, pada tulang leher terdapat saraf pernafasan. Saraf ini sangat penting maka perlu penanganan dengan hati-hati, jika saraf ini sampai putus maka korban kehilangan kemampuan untuk bernafas spontan meskipun telah mendapatkan pertolongan yang maksimal.

Tanda-tanda patah tulang leher
1.       Trauma kepala dengan penurunan kesadaran
2.       Multi trauma
3.       Terdapat memar di dada atas mengarah ke kepala
4.       Proses kejadian yang mendukung, misalnya korban kecelakaan, tertabrak dari belakang maka leher akan mengalami hentakan yang memungkinkan patah tulang leher.

Nilai pernafasan (lihat, dengar, rasakan)

Hasil gambar untuk chin lift
Tarik dagu korban ke atas
·         Bila mengorok tarik dagu korban
Hasil gambar untuk log roll
Miringkan korban (log rool)
·         Bila terdengar kumur-kumur miringkan korban.
·         Bila tidak bernafas lakukan kompresi jantung paru.

Hasil gambar untuk cpr
Tindakan reusitasi jantung paru (RJP)
Resisutasi Jantung Paru

Resisutasi jantung paru terdiri dari 2 hal, yaitu :

1.       Tindakan kompresi dinding dada

Caranya :
  • Penolong berada di samping korban dan menghadap ke korban
  • Kedua telapak tangan disatukan
  • Lengan lurus berikan tekanan di pertengahan dada dengan kedalaman kurang lebih 5 cm untuk korban dewasa jika anak2 atau bayi maka disesuaikan dan dengan kecepatan tekanan minimal 100x/menit.
  • Pastikan sebelum melakukan tekanan selanjutnya dada telah kembali ke posisi semula, untuk memaksimalkan tindakan kompresi.


2.       Bantuan nafas

Bantuan nafas dapat diberikan langsung dari muluk ke mulut, mulut kehidung atau dengan menggunakan alat. Hal ini yang masih sulit dilakukan karena biasanya dalam kondisi kecelakaan mulut korban akan penuh dengan darah sehingga penolong enggan melakukannya. Kecuali jika korban adalah orang special bagi sang penolong. Hehehehehe…..

Caranya :

  • Buka mulut korban
  • Hasil gambar untuk bantuan nafas mulut ke mulut
    Tehnik memberikan nafas bantuan mulut ke mulut
  • Tutup hidung korban
  • Hembuskan nafas sampai terjadi pergerakan dinding dada layaknya manusia bernafas berupa naiknya dinding dada tanda udara masuk ke paru-paru korban.


Cara Melakukan Resisutasi Jantung Paru

Berikan kompresi (tekanan dada) 30 kali kompresi 2 kali bantuan nafas, lakukan sampai ada respon, korban nafas spontan, petugas kesehatan telah datang, atau penolong kelelahan.


SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT....
KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.....
JIKA ADA PERTANYAAN SILAHKAN AJUKAN DI KOLOM KEMNTAR....
TERIMA KASIH.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar