Peran
masyarakat amatlah penting untuk meningkatkan potensi keselamatan korban
kecelakaan.
Mengapa demikian?
Jawabnya,
karena korban kecelakaan sama sekali tidak bisa memilih dimana ia akan
terjatuh, maka dari itu disini di perlukan peran aktif masyarakat. Dimana
masyarakat adalah orang terdekat dengan korban.
| Cara memberikan kompresi dada |
Sering
kali korban tidak terselamatkan karena terlambat mendapatkan pertolongan,
karena terlalu jauh dengan fasilitas kesehatan sehingga korban tidak
mendapatkan pertolongan apapun.
Tentunya
ceritanya akan lain jika saja saksi mata/masyarakat yang pertama kali melihat
dapat memberikan pertolongan, sebelum korban mendapatkan pertolongan di
fasilitas kesehatan.
Baiklah,
sebenarnya tidaklah sulit untuk memberikan pertolongan itu. Jika sudah ada niat
maka InsaAllah akan ada jalan.
Disini
saya akan berbagi bagaimana cara-cara penanganan pertama pada korban kecelakaan.
1.
Pengantar
| Cara cek nadi leher |
Seringkali
korban kecelakaan mengalami beberapa masalah yang sangat mengancam keselamatan
nyawanya. Hal ini tergantung dari berat ringannya kecelakaan yang dialami
korban dan juga tergantung dari kondisi korban saat mengalami kecelakaan,
misalnya korban anak-anak akan berbeda keadaannya dengan korban dewasa meskipun
dengan kecelakaan yang sama. Hal-hal yang mengancam nyawa bisa saja sangat
bervariasi dari gangguan yang ringan sampai gangguan yang berat. Perlu
diketahui gangguan yang paling mengancam nyawa yaitu gangguan yang berhubungan
dengan pernafasan yaitu gangguan dengan urutan sebagai berikut.
- Sumbatan jalan nafas, dalam bahasa medis dikenal dengan gangguan "Airway"
- Frekwensi nafas, yaitu gangguan yang berhubungan dengan kualitas pernafasan itu sendiri, dalam istilah medis dikenal dengan "Breathing" apakah optimal atau tidak. Hal ini dapat dinilai dengan menggitung frekwensi pernafasan dalam 1 menit. Untuk orang dewasa frekwensi pernafasan normal antara 12-22 x/menit.
- Cirkulasi, jika kedua masalah diatas sudah diatasi atau tidak ada maka selanjutnya kita cari keadaan yang mengancam lainnya. Circulasi berhubungan dengan aliran darah, misalnya jika tejadi perdarahan maka segera kita atasi dengan cara balut tekan. Balut tekan bisa menggunakan apa saja namun kita usahankan yang terbaik, yaitu bisa berupa menggunakan kain yang bersih yang ada.
- Jika ketiga masalah ini teratasi maka SELAMAT korban sudah bisa dikatakan stabil, selanjutnya tinggal menunggu petugas kesehatan datang menjemput untuk selanjutnya mendapatkan perawatan lanjut di rumah sakit.
2.
Prinsip utama
Jika
saja otak tidak mendapatkan oksigen selama 8 menit maka = MATI. Pada dasarnya
oksigen akan sampai ke otak dengan mengikuti system peredaran darah. Oksigen
yang telah di ikat darah oleh hemoglobin dalam proses pernafasan akan di
edarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Jika saja salah satu proses ini
terganggu maka oksigenisasi tubuh akan terganggu, disinilah perlu tindakan
pertolongan untuk mengatasi masalah tersebut.
Adapun
tindakan-tindakan tersebut berupa : Pembebasan jalan nafas, pemberian oksigen,
pemberian kompresi dan penanganan perdarahan.
TAHAP-TAHAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
1.
Persiapan
Sebelum melakukan tindakan pastikan
terlebih dahulu keamanannya yang berupa aman penolong, aman lingkungan dan aman
pasien. Jangan karena ingin memberikan pertolongan malah penolong menjadi
korban selanjutnya.
2.
Cek Respon
| Cek kesadaran |
Caranya : Penolong berada disisi
korban lihat keadaan umum korban, apakah korban sadar, gelisah atau keadaan
lainnya misalnya hanya diam tak ada respon. Jika terlihat hanya diam maka cek
responnya dengan cara memanggil nama dan menepuk-nepuk pundaknya, jika dia
menjawab maka itu artinya korban dalam keadaan sadar.
3.
Cek Airway (jalan nafas)
| Cek pernafasan |
Saat cek respon penolong bisa
sekaligus menilai jalan nafas korban dengan mendengarkan jawaban apa yang
diberikan oleh korban berupa kata-kata yang diucapkan. Misalnya, korban
mengatakan “nama saya SUKIDI” itu tandanya jalan nafas korban normal karena
korban dapat berbicara bengan normal. Namun jika pasien tidak menjawab maka
kaji dengan benar jalan nafasnya. Pastikan merasakan pernafasannya dengan cara
penolong berdiri di samping korban, pipi penolong tepat di atas hidung korban
(rasakan hembusan nafas), dengarkan suara tarikan dan hembusan nafasnya, lalu
mata penolong mengamati pergerakan dinding dada. Jika semua tidak dirasakan
maka pasien mengalami gagal nafas, langkah selanjutnya segera lukukan kompresi
(RJP), sambil meminta pertolongan orang sekitar untuk menghubungi petugas
kesehatan terdekat, sampai terdapat respon atau penolong kelelahan. Masalah lain
yang dapat ditemui yaitu :
- Terdengar suara ngorok, itu artinya saluran nafas tersumbat sebagian, biasanya karena pangkal lidah jatuh kebelakang. Tindakan pertolongannya bisa dengan menarik dagu korban ke depan.
- Terdengar suara kumur-kumur, itu artinya saluran nafas korban penuh dengan cairan, tindakan pertolongannya berupa miringkan korban.
4.
Cek Pola Nafas (Breathing)
Hitung frekwensi pernafasan korban
selama 1 menit, dengan cara mengamati pergerakan naik turun dinding dada atau mendengarkan suara pernafasan korban. Jika hasilnya kurang dari normal maka berikan nafas bantuan. Jika
hasil lebih bari normal atau pasien terengah-engah maka berikan oksigen dengan
selang oksigen (bila ada), jika tidak ada berikanlah cukup ruang (jangan
dikerubung).
5.
Sirkulasi (control perdarahan)
| Balut tekan |
Seringkali dalam menghadapi korban kecelakaan
penolong terfokus dengan banyaknya darah hingga mengabaikan factor lain yang
lebih mengancam nyawa korban. Control perdarahan dilakukan setelah nafas korban
stabil, yaitu dengan cara menekan luka untuk menghentikan perdarahannya.
FORMAT PERTOLONGAN PERTAMA
| 3 A Aman diri Aman lingkungan Aman pasien |
|||||
Cek kesadaran
·
Sadar = Tunggu petugas datang dengan tetap
memantau keadaan korban
·
Tidak sadar, lakukan :
A : Airway (jalan nafas) + Kontrol tulang leher
Pegang kepala beserta leher dengan
tujuan menjaga tulang leher agar tidak bergerak atau bergeser, pada tulang
leher terdapat saraf pernafasan. Saraf ini sangat penting maka perlu penanganan
dengan hati-hati, jika saraf ini sampai putus maka korban kehilangan kemampuan
untuk bernafas spontan meskipun telah mendapatkan pertolongan yang maksimal.
Tanda-tanda patah tulang leher
1. Trauma
kepala dengan penurunan kesadaran
2. Multi
trauma
3. Terdapat
memar di dada atas mengarah ke kepala
4. Proses
kejadian yang mendukung, misalnya korban kecelakaan, tertabrak dari belakang
maka leher akan mengalami hentakan yang memungkinkan patah tulang leher.
Nilai pernafasan (lihat, dengar,
rasakan)
·
Bila mengorok tarik dagu korban
·
Bila terdengar kumur-kumur miringkan korban.
·
Bila tidak bernafas lakukan kompresi jantung paru.
|
|
|||
Resisutasi Jantung Paru
Resisutasi
jantung paru terdiri dari 2 hal, yaitu :
1.
Tindakan kompresi dinding dada
Caranya :
2.
Bantuan nafas
Bantuan nafas dapat diberikan langsung
dari muluk ke mulut, mulut kehidung atau dengan menggunakan alat. Hal ini yang
masih sulit dilakukan karena biasanya dalam kondisi kecelakaan mulut korban
akan penuh dengan darah sehingga penolong enggan melakukannya. Kecuali jika
korban adalah orang special bagi sang penolong. Hehehehehe…..
Caranya
:
Cara Melakukan Resisutasi Jantung Paru
Berikan
kompresi (tekanan dada) 30 kali kompresi 2 kali bantuan nafas, lakukan sampai
ada respon, korban nafas spontan, petugas kesehatan telah datang, atau penolong
kelelahan.
SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT....
KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.....
JIKA ADA PERTANYAAN SILAHKAN AJUKAN DI KOLOM KEMNTAR....
TERIMA KASIH.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar